Hukum Shalat Tasbih Menurut Muhammadiyah

Halo selamat datang di TeslaLighting.ca!

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas topik menarik seputar Hukum Shalat Tasbih menurut perspektif Muhammadiyah.

Shalat Tasbih merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan tertentu. Namun, hukum dan tata caranya cukup sering menjadi bahan diskusi di kalangan umat Muslim. Dalam artikel ini, kami akan mengupas tuntas tentang Hukum Shalat Tasbih menurut Muhammadiyah, meliputi kelebihan, kekurangan, dan panduan lengkap pelaksanaannya.

Pendahuluan

1. Pengertian Shalat Tasbih

Shalat Tasbih adalah shalat sunnah yang dilakukan dengan memperbanyak bacaan tasbih atau kalimat “Subhanallah” pada setiap rakaatnya.

2. Asal Mula Shalat Tasbih

Menurut riwayat, Shalat Tasbih pertama kali dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Ummu Salamah. Beliau mengajarkan shalat ini sebagai bentuk rasa syukur atas dikabulkannya doanya.

3. Keutamaan Shalat Tasbih

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Shalat Tasbih memiliki keutamaan, di antaranya:

  • Menghapus dosa-dosa kecil
  • Mendapat ampunan Allah SWT
  • Melunakkan hati yang keras

4. Waktu Pelaksanaan Shalat Tasbih

Shalat Tasbih dapat dilaksanakan kapan saja, baik pada waktu siang maupun malam. Namun, dianjurkan untuk melaksanakannya setelah Shalat Shubuh atau Isya.

5. Niat Shalat Tasbih

Niat Shalat Tasbih adalah sebagai berikut: “Ushalli sunnatal tasbiih rok’ataini lillaahi ta’aalaa” yang artinya: “Aku niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah SWT.”

6. Rukun Shalat Tasbih

Rukun Shalat Tasbih sama seperti shalat lainnya, yaitu:

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al-Qur’an
  • Rukuk
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Tasyahud akhir
  • Salam

7. Tata Cara Shalat Tasbih

Tata cara Shalat Tasbih sedikit berbeda dengan shalat biasa, yaitu:

  1. Pada rakaat pertama, setelah membaca surat Al-Fatihah, lanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 15 kali.
  2. Pada rakaat kedua, setelah membaca surat Al-Fatihah, lanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  3. Begitu seterusnya hingga selesai 7 kali rakaat.

Hukum Shalat Tasbih dalam Perspektif Muhammadiyah

Dalam perspektif Muhammadiyah, Shalat Tasbih merupakan ibadah yang tidak wajib (sunnah). Namun, tidak ada larangan untuk melaksanakannya.

Muhammadiyah berpendapat bahwa hadis-hadis yang menyatakan keutamaan Shalat Tasbih tergolong hadis dhaif (lemah). Oleh karena itu, Muhammadiyah tidak menganggap Shalat Tasbih sebagai ibadah yang istimewa atau memiliki keutamaan khusus.

Kelebihan dan Kekurangan Shalat Tasbih

Kelebihan Shalat Tasbih

1. Melatih Kekhusyukan

Membaca tasbih dalam jumlah yang banyak dapat membantu melatih kekhusyukan dan konsentrasi dalam beribadah.

2. Mengingat Allah SWT

Membaca tasbih berarti senantiasa mengingat Allah SWT, sehingga dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan.

3. Menghapus Dosa-Dosa Kecil

Meskipun Muhammadiyah tidak menganggap Shalat Tasbih sebagai ibadah yang istimewa, namun beberapa hadis dhaif menyebutkan bahwa shalat ini dapat menghapus dosa-dosa kecil.

Kekurangan Shalat Tasbih

1. Kurangnya Dalil yang Kuat

Muhammadiyah berpedoman pada hadis-hadis yang kuat. Karena hadis tentang Shalat Tasbih tergolong dhaif, maka shalat ini tidak dianggap sebagai ibadah yang wajib atau istimewa.

2. Membutuhkan Waktu yang Lama

Shalat Tasbih terdiri dari 7 rakaat, yang berarti membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melaksanakannya. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin menjadi kendala.

3. Dapat Menimbulkan Kerancuan

Adanya pendapat yang berbeda tentang Shalat Tasbih dapat menimbulkan kerancuan di kalangan umat Muslim. Hal ini perlu dihindari demi menjaga keharmonisan dan persatuan umat.

Panduan Lengkap Pelaksanaan Shalat Tasbih

Tata Cara Shalat Tasbih

1. Niat

Ucapkan niat Shalat Tasbih sebagaimana berikut: “Ushalli sunnatal tasbiih rok’ataini lillaahi ta’aalaa“.

2. Takbiratul Ihram

Angkat kedua tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.

3. Membaca Surat Al-Fatihah

Setelah takbiratul ihram, baca Surat Al-Fatihah.

4. Membaca Tasbih

Pada rakaat pertama, setelah membaca Surat Al-Fatihah, lanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 15 kali. Pada rakaat kedua, lanjutkan dengan tasbih sebanyak 10 kali, dan seterusnya hingga 7 rakaat.

5. Rukuk

Setelah membaca tasbih, rukuklah dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.

6. I’tidal

Setelah rukuk, berdiri tegak sambil mengucapkan “Sami’allaahu liman hamidah”.

7. Sujud

Setelah i’tidal, sujud dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.

8. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud pertama, duduklah di antara dua sujud sambil mengucapkan “Rabbighfirlii”.

9. Sujud Kedua

Setelah duduk di antara dua sujud, sujud lagi dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.

10. Tasyahud Akhir

Setelah sujud kedua, duduklah untuk tasyahud akhir. Baca tasyahud seperti biasa.

11. Salam

Setelah tasyahud akhir, salam dengan mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh” ke kanan dan ke kiri.

Tips Melaksanakan Shalat Tasbih

1. Bersihkan Diri

Sebelum melaksanakan Shalat Tasbih, pastikan untuk membersihkan diri dengan berwudhu atau mandi wajib.

2. Cari Tempat yang Tenang

Pilihlah tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan agar dapat berkonsentrasi dengan baik.

3. Niatkan dengan Ikhlas

Niatkanlah Shalat Tasbih semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin mendapat keutamaan atau pujian dari orang lain.

4. Jangan Terburu-buru

Lakukan Shalat Tasbih dengan tenang dan khusyuk. Jangan terburu-buru dalam membaca tasbih dan gerakan-gerakan lainnya.

5. Rasakan Kehadiran Allah SWT

Saat melaksanakan Shalat Tasbih, cobalah untuk merasakan kehadiran Allah SWT. Hayati setiap gerakan dan bacaan